Tampilkan postingan dengan label Animal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animal. Tampilkan semua postingan

4 Paus Terbesar di Dunia

Beautiful Day Blog | 4 Paus Terbesar di Dunia |
1. Mamalia laut yang masuk kedalam subordo paus balin. 
Panjangnya mencapai lebih dari 33 meter dan memiliki massa 181 ton metrik atau lebih. Binatang ini dipercaya sebagai hewan terbesar yang pernah ada.
Panjang dan langsing, tubuh Paus Biru dapat bervariasi keteduhan kelabu kebiruannya. Ada sedikitnya tiga perbedaan subspesies: B. m. musculus Atlantik utara dan Pasifik utara, B. m. intermedia, Samudra selatan dan B. m. brevicauda (juga dikenal sebagai Paus Biru Kerdil) ditemukan di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Selatan. B. m. indica ditemukan di Samudra Hindia, mungkin menjadi subspesies lain. Seperti dengan paus balin lain, pola makannya berisi secara pokok crustacea kecil yang dikenal sebagai krill, yang sama baiknya dengan ikan kecil dan cumi-cumi.
 
Paus Biru sangat berlimpah di hampir seluruh samudra hingga memasuki abad 20. Selama lebih dari 40 tahun paus-paus tersebut diburu sampai mendekati kepunahan dengan adanya perburuan paus hingga dilindungi oleh komunitas internasional pada tahun 1966. Sebuah laporan tahun 2002 memperkirakan ada 5.000 sampai 12.000 Paus Biru di seluruh dunia yang lokasinya terbagi dalam sedikitnya lima kelompok.Kebanyakan riset saat ini memberi perhatian terhadap subspesies Paus Biru Kerdil yang mungkin dibawah perkiraan.Sebelum perburuan paus, populasi terbesar berada di Antartika, dengan jumlah diperkirakan 239.000 (mencapai 202.000 hingga 311.000). Sisanya yang hanya sebagian kecil (sekitar 2.000) mengkonsentrasikan di setiap kelompok Pasifik timur laut, Antartika, dan Samudra Hindia. Ada dua lebih kelompok di Samudra Atlantik utara dan sedikitnya dua di Belahan Selatan.
 
2.Paus Perak
Habitat paus ini hanya bisa ditemukan di wilayah Kutub Utara dan lautan Arktik karena adaptasi tubuh paus jenis ini memiliki perlindungan kulit dari lemak. Mempunyai kepala yang besar sampai 1/3 dari total panjang tubuhnya. Paus ini memiliki mulut dengan panjang 4,9 m, tinggi 3,7 m dan lebar 2,4 m dengan berat lidahnya hampir 1 ton. Bentuk kepala segitiga dan mempunyai tonjolan yg disebut stack di hidungnya yg berfungsi sbg adaptasi untuk menghancurkan es ketika ingin bernapas ke permukaan. Stack ini bisa menghancurkan es setebal 30-60 cm. Warna kulit hitam kebiruan & putih pada rahang bawah. Akan bertambah banyak warna putihnya seiring pertambahan usianya. Lebar ekornya sekitar 7,6 m dan pjg siripnya 1,8 m.ang tebal hingga mencapai 30 cm tebalnya di bagian bawah kulit. picnya gan Bowhead merupakan Paus terbesar kedua setelah Paus Biru (walau sebagian para ahli mengangggap Paus Sirip adalah yang terbesar ke-dua). Paus ini mempunyai tulang insang yang berjumlah 350 pasang dengan bulu berwarna


 
3.Paus Sikat
Termasuk Paus yang mempunyai tulang insang seperti Paus Bowhead dan Paus Abu. Bentuk pisiknya hampir menyerupai Paus Bowhead. Warna kulit nya hitam kecuali di perutnya ada warna putih. Tubuhnya banyak ditempeli oleh cyamids sejenis kutu Paus. Paus ini tidak memiliki dorsal (sirip punggung).Paus ini bisa mencapai panjang 18 m dengan berat antara 60-80 ton. Species terbesar pernah diketahui mencapai 18,3 m dan berat 106 ton. Makanannya sama seperti paus lain yaitu udang krill dan copepods. Kematangan seksual paus ini ketika mencapai panjang antara 10-12 m dan betina 12-13 m pada usia 5 th dan betina 6-10 th. Berat anak yg baru dilahirkan sekitar 1 ton dg panjang 4-6 m dg usia kehamilan 12 bl. Usia hidupnya bisa mencapai 70 th.Yang paling menarik dari paus jenis ini adalah testis nya karena testis paus ini bisa dipastikan paling besar diantara seluruh mahluk yaitu berbobot masing-masing 500 kg (0,5 ton). Total populasinya saat ini diperkirakan sekitar 7000 ekor (1998) dari 3 jenis berbeda. Kematian nya banyak disebabkan oleh terkena baling-baling kapal laut seperti pelabuhan2 di Amerika dan juga sering terjerat oleh tali-tali jaring nelayan yang menjerat rahang ketika membuka mulutnya untuk menyerap plankton selain karena sengaja diburu. Paus jenis ini adalah yg paling langka diantara paus jenis besar lain nya.
 
 
4. Paus Sirip 
Ciri-ciri fisik Paus jenis ini bentuknya panjang dan ramping (mirip paus biru) dengan warna kulit abu2 kecoklatan. Ada dua subspecies yaitu Paus Sirip Utara yang habitatnya di Atlantik Utara dan yg lebih besar Paus sirip Antartika di Samudera daerah Selatan. Makanan Paus ini adalah ikan kecil, krill, cumi2 dan plankton lainnya. Dalam sehari bisa makan sampai 2000 kg makanan tersebut. Belakangan diperkirakan sekitar 3000 ekor yang tersisa.Ukuran Paus Sirip ini panjangnya bisa mencapai 27 m dengan berat diperkirakan 70 ton. Tapi rata2 panjang Paus Sirip dewasa sekitar 24-25 m. Usia hidup bisa mencapai umur antara 25-30 th tapi bisa juga lebih. Anaknya yang baru lahir berbobot sekitar 1,8 ton dg panjang 6,5 m. Induknya melahirkan setelah mengandung selama 8-12 bln dan menyusui nya sampai berumur 7-8 bln ketika panjang anaknya mencapai 11-12 m. Induk Paus Sirip ini bisa hamil sekitar 2-3 th sekali dan kematangan seks nya dimulai pada umur 3-12 th. Kemampuan menyelamnya bisa sampai kedalaman 500 m dan waktu antara penyelaman 10-15 menit. Kecepatan berenangnya bisa mencapai 37 km/h.
 
 
Source: forumkami.com

Anjing Unik, Bisa Berdo'a dan Meditasi

Beautiful Day Blog | Anjing Unik, Bisa Berdo'a dan Meditasi | Seekor anjing chihuahua yang berumur satu setengah tahun seperti pada gambar di atas mencoba untuk mengikuti tuannya berdoa dengan menyatukan telapak tangannya di depan wajah.

Pemiliknya mengatakan bahwa hanya butuh beberapa hari baginya untuk belajar gerakan. Setelah tersiar kabar tentang anjing yang bisa berdo'a ini, orang-orang berbondong-bondong datang ke kuil tempat anjing itu berada.

Sekarang, tuannya berusaha untuk membiarkan anjing belajar bagaimana bermeditasi, tetapi tentu saja tidak untuk bersila, karena tidak mungkin anjing bisa melakukannya. Ia hanya duduk ketika tuannya sedang bermeditasi.

Source: hariansobek.blogspot.com

9 Hewan Paling Beracun Di Dunia

Beautiful Day Blog | 9 Hewan Paling Beracun Di Dunia | Liat gambar gambar diartikel ini, jangan lupa untuk mengingat wajah wajah manisnya. kamu tau ga kalo wajah-wajah binatang ini adalah binatang yang memiliki kemampuan untuk membuat kita die alias mati, kalopun kalian menjumpai binatang diatas harap waspada-waspadalah.!!!. Dengan sedikit cairan yang dikeluarkan tubuhnya dapat membuat kita mengehembuskan nafas terahir...hegh...dibawah ini penjelasan sedikit tentang biografi para binatang pencabut nyawa.

9. Stonefish


Ikan batu yang wujudnya biasa-biasa saja, dengan panjang hanya sekitar 30 cm ini, bersembunyi di dasar laut atau di bawah terumbu karang, dirinya menyaru menjadi sebuah batu yang tidak menarik perhatian. Meski Anda berdiri di sisinya, ia akan tetap diam tidak bergerak, sehingga Anda tidak melihatnya. Jika tidak hati-hati dan menginjaknya, maka tanpa ampun lagi ia akan segera menyerang balik dan menyemburkan racunnya yang mematikan. Sebanyak 12-14 batang duri yang tajam seperti jarum di atas punggungnya itu bisa dengan mudah menembus sol sepatu Anda dan tembus ke telapak kaki, sehingga dengan cepat Anda pun keracunan, dan terus merasakan sakit yang hebat hingga Anda menemui ajal.

8. Kodok beracun


Kodok beracun sama dengan binatang amfibi lainnya, kulitnya banyak mengandung kelenjar, dapat mengeluarkan cairan lengket untuk membasahi kulit sekaligus melindungi dirinya. Racun yang dikeluarkannya sangat berbisa, sehingga menjadikannya sebagai salah satu binatang paling berbisa di dunia. Selain manusia, ia tidak punya musuh alami lain. Racun yang dikeluarkan dari kodok beracun di Kolumbia barat, Amerika Selatan, adalah racun paling hebat yang diketahui saat ini di dunia, hanya dengan 1/100.000 dari 1 g racunnya sudah cukup mengakibatkan satu orang mati keracunan.

7. Funnel Webspider


Funnel Webspider adalah suatu laba-laba yang sangat berbisa di Australia dan yang paling mematikan di dunia, beringas dan suka berkelahi, jika manusia terkena gigitannya, akan menemui ajal dalam waktu 15 menit.

6. Blue Ring Octopus


Blue Ring Octopus dan ubur-ubur berbentuk kotak merupakan dua jenis binatang laut yang paling berbisa. Cairan racun dalam tubuhnya dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit. Hingg asaat ini, secara medis belum ada cara menawar racunnya, Blue Ring Octopus sifatnya pemalu, suka bersembunyi di bawah batuan, malam hari baru keluar dari sarangnya dan mencari mangsa.

5. Kadal Raksasa Komodo


Kadal Raksasa Komodo atau disebut juga naga komodo, panjang total badannya bisa mencapi 3 meter. Namun umumnya hanya sekitar 2 meter, dalam keadaan perut kosong beratnya bisa mencapai 54 kg. Setelah makan beratnya bisa mencapai 80 kg. Racunnya terutama berasal dari bakteri di ludahnya, seorang manusia dewasa akan menemui ajalnya waktu 24 jam jika tergigit olehnya.

4. Red Black Spider


Red Black Spider juga merupakan salah satu laba-laba yang paling berbisa, disebut juga janda hitam (Black Widow). Jika tergigit olehnya, saat pertama-tama sangat sulit merasakannya, namun 5 menit kemudian luka akibat gigitannya itu baru mulai terasa panas dan sakit, jika tidak segera ditangani mungkin akan berakibat fatal.

3. King Cobra


Ular kobra yang khusus memangsa ular sebagai hidupnya membuat sejumlah besar spesies ular lainnya ciut ketakutan, daerah kekuasaannya jangan harap bisa ditempati ular lain. Jika sang cobra dibuat terkejut, ia akan menjadi ganas, bagian depan badannya akan berdiri tegak, lidah yang panjang halus dan bercabang, kepalanya berayun dengan lincah mengikuti gerak gerik mangsanya, dan jangan harap mangsanya bisa dengan mudah meloloskan diri darinya.

2. Ular Laut Australia


Ular laut yang hidup di samudera Australia berada di urutan kedua dalam deretan ular paling berbisa. Ular laut ini ditumbuhi dengan moncong yang besar, batang tubuhnya seperti tabung bundar, panjang, ujung belakang dan sisi ekornya pipih. Sifat racunnya bahkan lebih ganas dari kobra, jika terkena gigitannya, akan menemu ajal dalam waktu 10 menit. Ular laut ini hidup di sebuah daerah perairan yang sama dengan ubur-ubur kotak.

1. Box Jelly Fish


Disebut juga tawon laut, tergolong binatang rongga (coelenterata), hidup di daerah perairan lepas pantai timur laut, Australia. Ia kerap muncul di daerah perairan laut dangkal pantai laut Queensland, dan dianggap sebagai makhluk yang paling beracun bagi manusia yang sudah diketahui di dunia saat ini. Jika tergigit akan menemui ajal dalam hitungan detik. PS : Jangan melihat bentuk luarnya, makhluk ini adalah makhluk paling beracun sedunia.

Source: unikboss.blogspot.com

10 Hewan Peliharaan Termahal di Dunia

Beautiful Day Blog | 10 Hewan Peliharaan Termahal di Dunia | Bagi Anda pencinta binatang atau hewan peliharaan, kali ini Ane coba kasih info tentang hewan peliharaan termahal di dunia. Mungkin duit segitu bagi pencinta binatang yang berdoku tebal gak seberapa sih, namanya juga udah kadung suka ya beli aja. Gak usah banyak omong lagi mari kita lihat aja hewan-hewan peliharaan apa saja yang menduduki peringkat termahal sedunia tersebut (catatan: hewan-hewan ini adalah hewan yang legal diperdagangkan di pasaran).


1. Anak Singa Putih (White Lion Cubs)

Harga : $138,000
Ini yang paling mahal. Singa putih –seperti dongeng– yang sangat2 langka karena gen-nya yang resesif tapi ternyata tidak termasuk albino. Warna matanya hampir sama dengan singa umumnya, lapisan pigmen dan kulitnya yang tidak. Karena harganya yang mahal, permintaan yg tinggi, perawatan, dan kelangkaannya, singa putih termasuk salah satu hewan di dunia yang paling sulit didapatkan.

2. Chimpanzee

Harga : $60,000 - $65,000
Simpanse adalah primata yang sangat pintar dan paling dekat kekerabatannya dengan manusia. Beratnya sekitar 52 kg, jenis jantan lebih besar dibanding betina. Habitat aslinya di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Meski terancam punah, binatang ini masih dilegalkan di beberapa negara bagian.

3. Lavender Albino Python (Betina)

Harga : $20,000
Ular bermata merah ini berwarna lavender dibalik pola2 kuningnya yang menggetarkan. Kelangkaannya membuat permintaan ular ini sangat tinggi.

4. Reticulated Albino Type II Tiger Python

Harga : $15,000
Lagi-lagi satu species ular yang sangat cantik dan unik. Ular ini dijual $15,000 per ekor. Sangat langka. Dominasi pola harimaunya yang membuat python ini sangat populer di dunia ular.

5. Hyacinth Macaw

Harga : $6,500 - 12,000
Semua Macaws sangat mahal. Hyacinth Macaw menampilkan warna indah yang begitu menggetarkan. Biasanya dibandrol $20,000 sepasang. Secara fisik, burung2 ini panjangnya sekitar 1 meter dan memiliki warna biru terang. Sayapnya mengembang sampai 1,2 meter

6. Striped Ball Python

Harga : $10,000
Master Python Breeder, Bob Clark menyatakan bahwa dia mempunyai phyton bola-bergaris yang sangat eksklusif ini. Garis utamanya yang membuat binatang ini sangat unik. Lebih jelas lagi, bola-bergaris ini menampilkan garis punggug warna kuning dengan tepi warna hitam. Sungguh, membedakannya dari ular2 lain.

7. Monyet Debrazzas

Harga : $10,000
Monyet ini mudah dikenal melalui janggut putihnya yang khas dan bulu abu2nya yg kekuning2an. Umurnya sampai 22 tahun. Harganya yang mahal bagi sebagian orang tidak sebanding. Banyak orang kecewa ketika bayi primata yang jinak dan lembut itu berubah menjadi ganas dan tak tertebak ketika dewasa.

8. Mona Guenon

Harga : $6,000
Habitat aslinya di dalam hutan tropis Afrika Barat, meskipun binatang ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi hutan apapun. Oleh karena itu, disamping ijin dan lisensi khusus untuk memilikinya, binatang ini tidak termasuk yang terancam bahaya.

9. Kucing Sabana

Harga : $4,000 - $10,000
Dibiakkan dengan proses yang hampir sama dengan kucing Bengali, kucing Sabana adalah hasil kimpoi-silang antara kucing liar (serval) Afrika dengan kucing rumah. Kucing Sabana lebih sulit dibiakkan, mengingat serval Afrika beratnya 18 kg, liar, dan mengawinkannya dengan kucing rumah yang lebih kecil adalah problem tersendiri. Masa hamil 2 hewan ini pun berbeda. Karenanya, kucing Sabana lebih langka dan mahal.

10. Chinese Crested Hairless Puppies

Harga : $4,000 - $5,000
Anjing ini beratnya 2 sampai 5.5 kg. Sangat bersemangat, siaga, dan bersahabat. Termasuk yang paling langka, anjing ini mudah tersengat sinar matahari. Asalnya dari Afrika. Hidupnya berkisar antara 10 sampai 12 tahun. Dan kabarnya, selama itu, anjing ini bisa diandalkan sebagai sahabat yang sangat menyenangkan.

Source: blogkempul.blogspot.com

Jaring Laba-Laba, Fiber Terkuat Di Dunia

Beautiful Day Blog | Jaring Laba-Laba,Fiber Terkuat di Dunia | Meski sering ditakuti, laba-laba merupakan hewan tak berbahaya, dan memiliki jaring menakjubkan. Jaring laba-laba lebih kuat dari fiber alami atau sintetis di Bumi.

Menurut ahli zoologi evolusioner University of Aarhus di Denmark dan ahli jaring laba-laba Fritz Vollrath, jaring laba-laba lebih tahan lama dan elastis dibanding fiber terkuat buatan manusia (Kevlar) yang digunakan untuk membuat rompi antipeluru.

Menurut profesor emeritus teknik mesin di University of Houston John Lienhard, selain sangat lentur, jaring laba-laba mampu meregang hingga 140% tanpa rusak. Seperti dikutip dari "lifeslittlemisteries", untuk bahan sekuat ini, jaring laba-laba termasuk sangat ringan.

Menurut “Book of Animal Ignorance: Everything You Think You Know Is Wrong,” jaring laba-laba yang beratnya kurang dari berat sebatang sabun mampu melingkari Bumi. Fiber protein laba-laba (gossamer) memiliki banyak fungsi. Di antaranya untuk menangkap serangga, melindungi sarang, bahkan untuk dimakan (daur ulang).

Ilmuwan telah mencoba memahami mekanisme laba-laba dalam membuat jaring, dan sejauh ini gagal menciptakan ulang jaring laba-laba di laboratorium. Kegagalan tersebut dikarenakan molekul kompleks protein dan sekuens DNA berulang di laba-laba.

Meski begitu, ilmuwan berhasil memahami bagaimana jaring laba-laba mengeras. Vollrath menemukan laba-laba mengeraskan jaring dengan mengasamkannya, metode ini mirip dengan proses dalam pembuatan fiber industri seperti nilon.

Setelah mengamati saluran jaring laba-laba, Vollrath menyatakan sebelum memasuki saluran, jaring laba-laba terdiri dari protein cair. Ketika cairan masuk saluran, sel-sel menarik air dari jaring protein, dan hidrogen dipompa ke bagian lain saluran, hal ini menghasilkan mandi asam.

Jaring laba-laba kemudian dipintal dari gel menjadi fiber solid yang ditarik melalui kelenjar asam laba-laba yang disebut kelenjar spinneret. Laba-laba memiliki 2-8 spinneret, dan biasanya berpasangan, tergantung spesies. Spinneret mengeluarkan berbagai jenis jaring, dari yang lengket hingga yang tak lengket, tergantung kebutuhan.

Source:blog.indojunkers.com

"Pergaulan" Mempengaruhi Ukuran Otak Pada Hewan

Beautiful Day Blog | "Pergaulan" Mempengaruhi Ukuran Otak Pada Hewan |

Aspek sosial pada binatang ternyata membawa manfaat yang baik. Berdasarkan penelitian terakhir dari para ilmuwan, sifat sosial membuat ukuran otak berkembang menjadi lebih besar.

Studi terbaru terhadap lebih dari 500 spesies mamalia, mengungkapkan bahwa binatang yang hidup di kelompok sosial memiliki ukuran otak yang lebih besar daripada binatang yang hidup sendirian.

Ini menjelaskan mengapa ukuran otak anjing lebih besar daripada ukuran otak kucing yang hidup soliter. Pakar biologi evolusi sejak lama berasumsi bahwa setiap spesies memiliki ukuran otak yang kurang lebih relatif sama dengan porsi ukuran tubuhnya.

Namun, menurut para peneliti dari Oxford, Dr Susanne Shultz dan Profesor Robin Dunbar, pada kenyataannya, ukuran otak tidak bisa disimpulkan secara sederhana seperti itu. Lebih lanjut, aspek sosial ternyata juga punya korelasi terhadap ukuran otak.

Misalnya saja, primata yang ukuran otaknya secara terus menerus berkembang. Begitu juga dengan kuda, lumba-lumba, unta dan anjing. Hewan-hewan itu adalah hewan yang biasanya hidup berkelompok.

Sementara, ukuran otak hewan-hewan soliter seperti kucing hingga badak, dipercayai malah lebih lambat berkembang bila dibandingkan dengan hewan sosial.

"Kerjasama dan koordinasi yang dibutuhkan dalam sebuah kelompok mahluk hidup, akan sangat menantang sehingga beberapa mamalia memiliki ukuran otak yang lebih besar untuk bisa mengatasi kebutuhan dari sebuah kehidupan sosial," ujar Dr Shultz kepada situs sains io9.

"Menarik untuk melihat bahwa binatang yang sudah mengalami kontak dengan manusia, seperti kucing, tetap memiliki otak yang lebih kecil daripada anjing atau kuda, karena kurangnya mereka dengan aktivitas sosial," kata Profesor Dunbar.

Source: vivanes.com

11 Year Old British Girl Hauls In 9 Ft, 193 Lb. Record Catfish


There should only have been one winner. On the riverbank was Jessica Wanstall, 4ft 10in tall weighing less than six stone (84lb) and something of a tiddler among anglers.

In the river was a monster, a near 9ft catfish that hit the scales at a record 13st 8lb (193lb).

But despite its size and whiskery age, the fish was no match for the skills of 11-year-old Jessica who waged a 20-minute battle to land her prize.

Jessica, from Sittingbourne, Kent, hooked the fish during a trip with her father to the Ebro River in North-East Spain. She said: ‘I didn’t realise just how big it was until I saw the photos afterwards. I look tiny next to it.

‘My dad thought it was going to be a small one and I told him it didn’t feel small when I picked up the rod. It was really hard work pulling it in and my arms turned to jelly.

‘My dad helped lift it on to the bank and I just laughed when I saw it. It was massive.’

Her father Mark, a 49-year-old engineer, helped return the catfish to the river after his daughter’s triumph was photographed.

He said: ‘Jessica normally catches tiddlers but just loves a day’s fishing.

‘As the fish got near we could see how big it was. Then its tail came out of the water and it looked like the Loch Ness Monster. Everybody on the bank was gasping. I’m so proud of her.’

And so he should be.

According to the International Game Fish Association, Jessica has set a world record for a freshwater fish caught by an angler aged 16 and under.

‘Her catfish easily outweighs the previous record - a 120lb Nile perch caught at Murchison Fall, Uganda, in July 2000,' a spokesman said.
Suscribe my post

Top 10 Most Poisonous Animals In The World

10. Puffer Fish

Tetraodontidae is a family of primarily marine and estuarine fish. The family includes many familiar species which are variously called puffers, balloonfish, blowfish, bubblefish, globefish, swellfish, toadfish, and toadies. They are morphologically similar to the closely related porcupinefish, which have large conspicuous spines (unlike the small, almost sandpaper-like spines of Tetraodontidae). The scientific name, Tetraodontidae, refers to the four large teeth, fused into an upper and lower plate, which are used for crushing the shells of crustaceans and mollusks, and red worms, their natural prey.

puffer fish

Puffer fish are the second most poisonous vertebrate in the world, the first being a Golden Poison Frog. The skin and certain internal organs of many tetraodontidae are highly toxic to humans, but nevertheless the meat of some species is considered a delicacy in both Japan (as fugu) and Korea (as bok-uh). If one is caught while fishing, it is recommended that thick gloves are worn to avoid poisoning and getting bitten when removing the hook.

The tetraodontidae contains at least 121 species of puffers in 19 genera. They are most diverse in the tropics and relatively uncommon in the temperate zone and completely absent from cold waters. They are typically small to medium in size, although a few species can reach lengths of 100 centimetres (39 in). Source

9. Poison Dart Frog

Poison dart frog (also dart-poison frog, poison frog or formerly poison arrow frog) is the common name of a group of frogs in the family Dendrobatidae which are native to Central and South America. Unlike most frogs, species are active during the day, and often exhibit brightly-colored bodies. Although all dendrobatids are at least somewhat toxic in the wild, levels of toxicity vary considerably from one species to the next, and from one population to another.

poison dart frog

Many species are critically endangered. These amphibians are often called “dart frogs” due to indigenous Amerindians’ use of their toxic secretions to poison the tips of blowdarts. In fact, of over 175 species, only three have been documented as being used for this purpose (curare plants are more commonly used), and none come from the Dendrobates genus, which is most characterized by the brilliant color and complex patterns of its members. Source

8. Inland Taipan

The Inland Taipan is dark tan, ranging from a rich, dark hue to a brownish olive-green, depending on season. Its back, sides and tail may be different shades of brown and grey, with many scales having a wide blackish edge. These dark-marked scales occur in diagonal rows so that the marks align to form broken chevrons of variable length that are inclined backward and downward. The lowermost lateral scales often have an anterior yellow edge.

inland taipan

The dorsal scales are smooth and without keels. The round-snouted head and neck are usually noticeably darker than the body (glossy black in winter, dark brown in summer), the darker colour allowing the snake to heat itself while only exposing a smaller portion of the body at the burrow entrance. The eye is of average size with a blackish brown iris and without a noticeable coloured rim around the pupil. It has twenty-three rows of mid-body scales, between fifty-five and seventy divided subcaudal scales, and one anal scale. The Inland Taipan averages approximately one metre eighty (six feet) in length, although larger specimens can reach lengths of two meters (six feet eight inches). Source

7. Brazilian Wandering Spider

The Brazilian wandering spiders or (Phoneutria spp.), armed spiders (”aranhas armadeiras”, as they are known in Portuguese) or banana spiders (not to be confused with the relatively harmless species of the genus Nephila) are a genus of aggressive and highly venomous spiders found in tropical South and Central America. These spiders are members of the Ctenidae family of wandering spiders. The Brazilian wandering spiders appear in Guinness World Records 2007 as the world’s most venomous spider, and are considered to be responsible for the most human deaths due to envenomation from spider bites.

brazilian wandering spider

The Brazilian wandering spiders can grow to have a leg span of up to 10–13 cm (4–5 in). Their body length ranges from 17 to 48 mm (0.7–1.9 in).The genus is distinguished from other related genera such as Ctenus by the presence of dense prolateral scopulae on the pedipalp tibiae and tarsi in both sexes. Phoneutria are especially easily confused with Cupiennius, in which some species also have red hairs on the chelicerae. The wandering spiders are so-called because they wander the jungle floor at night, rather than residing in a lair or maintaining a web. During the day they hide inside termite mounds, under fallen logs and rocks, and in banana plants and bromeliads. P. nigriventer is known to hide in dark and moist places in or near human dwellings. Source

6.Stonefish

Synanceia is a genus of fish of the family Synanceiidae, the Stonefishes, whose members are venomous and dangerous and/or fatal to humans. They are found in the coastal regions of Indo-Pacific oceans. They are primarily marine, though some species are known to live in rivers. Its species have potent neurotoxins secreted from glands at the base of their needle-like dorsal fin spines which stick up when disturbed or threatened.

stonefish

The vernacular name of the species, the stonefish, derives from being able to camouflage and transform itself to a gray and mottled color as similar to the color of a stone. The type species of the genus is Synanceia verrucosa, and it includes the species Synanceia horrida that Linnaeus described as Scorpaena. The authors of Synanceia are Marcus Elieser Bloch and Johann Gottlob Schneider in the latters republication of Systema Ichthyologiae iconibus cx illustratum (Illustrated catalog of Fishes), in 1801. The description was accompanied by an illustration by J. F. Hennig. The misspelling Synanceja is regarded as a synonym for this genus. Source

5. Death Stalker Scorpion

The deathstalker (Leiurus quinquestriatus), is a species of scorpion, a member of the Buthidae family. It is also known as Omdurman scorpion, Israeli desert scorpion and numerous other colloquial names, which generally originate from the commercial captive trade of the animal. To eliminate confusion, especially with potentially dangerous species, the scientific name is normally used to refer to them. The name Leiurus quinquestriatus roughly translates into English as “five-striped smooth-tail”.

death stalker scorpio

Other species of the genus Leiurus are often referred to as “deathstalkers” as well. It is straw yellow in color, and can grow 3.5 to 4.5 inches (9 to 11.5 cm) in length. As can be seen from the photograph, it is comparatively lightly built compared to other scorpions, with a long thin tail and slender pedipalps. Note that the dark segment on the tail is sometimes faint or even missing, which can complicate identification. Source

4. Blue-Ringed Octopus

The blue-ringed octopuses (genus Hapalochlaena) are three (or perhaps 4) octopus species that live in tide pools in the Pacific Ocean, from Japan to Australia. Despite their small size and relatively docile nature, they are currently recognized as one of the world’s most venomous animals. They are recognized by their characteristic blue and black rings and yellowish skin.

blue ringed octopus

The octopus produces venom that contains tetrodotoxin, 5-hydroxytryptamine, hyaluronidase, tyramine, histamine, tryptamine, octopamine, taurine, acetylcholine, and dopamine. The major neurotoxin component of blue-ringed octopus venom was originally known as maculotoxin, but was later found to be identical to tetrodotoxin, a neurotoxin which is also found in pufferfish and cone snails. Tetrodotoxin blocks sodium channels, causing motor paralysis and sometimes respiratory arrest leading to cardiac arrest due to a lack of oxygen. The toxin is created by bacteria in the salivary glands of the octopus. Source

3. Marbled Cone Snail

This little beautiful looking Marbled Cone snail can be as deadly as any other animal on this list. One drop of its venom is so powerful that it can kill more than 20 humans. If you ever happen to be in warm salt water environment (where these snails are often found) and see it, don’t even think of picking it up. Of course, the true purpose of its venom is to catch its prey.

marbled cone snail

Symptoms of a cone snail sting can start immediately or can be delayed in onset for days. It results in intense pain, swelling, numbness and tingling. Severe cases involve muscle paralysis, vision changes and breathing failure. There is no antivenom. However, only about 30 human deaths have been recorded from cone snail envenomation. Source

2. King Cobra

The King Cobra (Ophiophagus hannah) is the world’s longest venomous snake, with a length that can be as large as 6.7 m (22 ft). This species is widespread throughout Southeast Asia and parts of India, but found mostly in forested areas. Its genus name, Ophiophagus, literally means “snake-eater”, and its diet primarily consists of other snakes, including sizeable pythons and even smaller members of its own species. The venom of the King Cobra is primarily neurotoxic, and the snake is fully capable of killing a human with a single bite. The mortality rate from a bite can be as high as 75%. The King Cobra’s venom, which is composed mostly of proteins and polypeptides, is produced in specialized salivary glands (as is the case with all venomous reptiles) just behind the animal’s eyes.

king cobra

When biting its prey, venom is forced through the snake’s half-inch (1.25 cm) fangs and into the wound. Although its venom is not the most toxic one, a King Cobra’s size enables it to inject larger quantities of venom than most other species. On a single bite, it injects as much as 6 to 7 ml of venom. The large amount of venom in a single bite allows the King Cobra to kill faster and to kill larger animals than other serpents. The King Cobra can kill up to five times faster than the black mamba, so it just takes a few minutes to kill a human, and it can even kill an Asian Elephant within three hours if the larger animal is bitten in a vulnerable area such as the trunk. Source

1. Box Jellyfish

Box jellyfish are invertebrates belonging to the class Cubozoa, named for their cube-shaped medusae. Cubozoans are categorized separately from other types of jellyfish and are considered more complex than Scyphozoans. Likewise, Chironex fleckeri (sometimes simply called “the Box Jellyfish”), the best-known species of box jellyfish, is only one of a category which actually contains about 19 different species. The name sea wasp is also applied to some species of Cubozoans, including the aforementioned Chironex fleckeri and Carybdea alata. Box jellies can be found in Australia, the Philippines, Hawaii, Vietnam, and many other tropical areas. Box jellyfish are extremely venomous and can kill humans; some marine species (such as turtles) are immune to the venom, and are known to feed on the jellyfish.

jellyfish

Box jellyfish are best known for the extremely powerful venom possessed by some of their species. The Chironex fleckeri and the Carukia barnesi (Irukandji) species are amongst the most venomous creatures in the world. Stings from such species are excruciatingly painful, either initially or as an after-effect, and are often fatal to their prey and sometimes even for humans. However, not all species of Box Jellyfish are this dangerous to humans. Source


Suscribe my post

The Most Dangerous Pet in Africa

Usually people take a dog or cat as their lovely pet, but this picture shows that african people loves to take a dangerous and wild animal as her pet, Actually A pet is an animal kept for companionship and enjoyment or a household animal, as opposed to livestock, laboratory animals, working animals or sport animals, which are kept for economic reasons. The most popular pets are noted for their loyal or playful characteristics, for their attractive appearance, or for their song. Pets also generally seem to provide their owners with non-trivial health benefits, we have talked about the world's most expensive pet before, now we got another dangerous pet here in africa..

But how about this african guy?? look at their pets and you will understand why this is called as the world's most dangerous pet ever

















Suscribe my post