Dengan temuanya itu Cim Stordal masuk ke dalam Google Security Hall of Fame, White Hats Facebook Security, dipercaya sebagai pelapor potensial isu keamanan Apple, dan terpilih sebagai peneliti keamanan Microsoft.Cim Stordal - Remaja 15 Tahun Menemukan Celah Keamanan Facebook, Google dan Apple
Dengan temuanya itu Cim Stordal masuk ke dalam Google Security Hall of Fame, White Hats Facebook Security, dipercaya sebagai pelapor potensial isu keamanan Apple, dan terpilih sebagai peneliti keamanan Microsoft.Google Me, Proyek Rahasia Google Untuk Menyaingi Facebook
Ada dua sumber yang menjadi pemicu berita Google Me ini yaitu dari Kevin Rose si pemilik Digg.com yang mentweet bahwa dia mendapatkan info dari sumber terpercaya bahwa Google sedang membangun proyek Google Me dan juga yang terbaru dari Adam D’Angelo mantan CTO ( pemimpin bagian teknologi) Facebook dan sekarang menjadi pendiri Quora yaitu layanan question and answer yang terintegrasi dengan Facebook.
Adam D’Angelo menjawab pertanyaan “Apakah ‘Google Me’ suatu rumor?” dan ternyata dia juga menjawab bahwa hal itu bukan rumor dan merupakan proyek yang real bahkan menjadi proyek yang memiliki prioritas tinggi dan melibatkan banyak orang Google.
Saat ini Google Me belum diluncurkan ke publik dan masih menjadi proyek internal Google. Jadi kapan Google Me diluncurkan belum diketahui, dan apakah benar Google Me akan menjadi Facebook killer? Kita tunggu saja kiprahnya.
Google Buka Toko Ebook
Bahkan Google sudah menyiapkan 3 juta ebook gratis dan ratusan ribu judul yang siap dibeli dari 4000 penerbit. Nanti kita bisa membeli melalui Google eBookstore atau membeli dari partner. Selain mengandalkan pembelian per ebook sepertinya ke depan Google bisa juga menggunakan model bisnis dengan iklan.
Ingin segera beli ebook? Kayaknya ntar dulu deh, habis bayar sih (he3x). Kalo ente ingin yang gratisan coba aja dicari di situs yang ane kasih linknya diatas blog ini. (dibawahnya kolom search article)
Kalo mau mampir ke toko Google eBookStore, copy paste aja link ini http://books.google.com/ebooks
Cara Mudah Mempercepat Google Crawl untuk Website Baru
Pada saat membuat satu website baru baik domain baru maupun subdomain biasanya akan mengalami kesulitan untuk mendatangkan traffic khususnya dari search engine, contohnya saja trafik dari Google.Mengapa demikian, hal ini disebabkan Spider milik Google belum melakukan crawl atau istilah mudahnya “memasukkan url web dan url artikel kita ke dalam database Google“.
Bagaimana kita dapat mengetahui hal itu? Untuk mengetahuinya cara paling mudah adalah dengan masuk ke www.Google.com kemudian pada kolom pencarian Anda tuliskan site:URL-Anda. Sebagai contoh, untuk mengetahui seberapa banyak Google telah meng-Crawl web saya, Anda dapat memasukkan pada kolom pencarian sebagai berikut site:the-beautiful-day.blogspot.com. Maka akan Anda lihat berapa jumlah URL yang disimpan dalam database milik Google.
Kemudian yang menjadi persoalan adalah, bagaimana supaya Google lebih cepat melakukan crawl pada website baru? Beberapa cara yang dapat anda lakukan adalah sebagai berikut:
- Daftarkan web di Google yaitu di www.google.com/addurl
- Daftarkan di www.submitexpress.com supaya mereka melisting web Anda ke beberapa search engine, gratis.
- Meminta tolong kepada salah satu teman yang memilik website dengan trafik dan rank yang tinggi untuk memasukkan link dofollow ke website kita yang baru dibuat. Untuk langkah satu ini, pengaruhnya sangat besar.
- Buat sitemap dengan nama sitemap.xml lalu upload di folder root website yang baru dibuat.
Source: budidian.com
SITTI, Penantang Google dari Indonesia
Apa itu SITTI
“Sitti itu apa sih??”
“Mesin”
“Terus bisa ngapain?”
“Bisa analisa dan mengerti bahasa Indonesia”
“???”
Sejak 20 Mei tahun ini waktu kita launch SITTI, kayaknya hidup saya selalu berhubungan dengan SITTI. Terkadang, karena sering sekali ditanyakan, saya hanya menjawab singkat seperti itu. Secara mendalam, SITTI, untuk saya lebih dari hanya sebuah mesin.
Untuk saya, SITTI adalah jembatan. Untuk yang punya hobby nulis blog atau punya situs sendiri, SITTI bisa membuat hobby kita jadi sumber pendapatan. Bayangkan, kita punya lebih dari 2 juta blogger di Indonesia. Mayoritas orang-orang bertalenta ini menulis secara kreatif sebagai hobby. Bukan profesi. Kenapa? Karena belum ada metode yang secara efektif dapat membuat tulisan mereka menjadi sumber pendapatan. SITTI bisa menjadi jembatan untuk ini.
SITTI adalah jembatan.
Banyak perusahaan di Indonesia, besar dan kecil yang punya penyakit kronis PDTNTLM atau “pingin-ke-digital-tapi-nggak-tau-lewat-mana”. Bayangkan, populasi Internet sudah mencapai 38 juta dengan perkembangan sebesar 1150% dalam 9 tahun terakhir. Internet adalah salah satu medium yang dikejar oleh para pengiklan. Tapi sampai sekarang, beriklan di Internet adalah sebuah aktifitas yang belum dapat diukur secara efektif. SITTI, menjadi jembatan untuk ini.
Benar, SITTI memang hanya sebuah mesin. Mesin yang telah disekolahkan. Mesin yang mengerti bahasa Indonesia yang baik, benar, yang 4lay, yang nyleneh, bahkan yang slang jadul sekalipun. Dengan kemampuan ini, SITTI menjadi “biro jodoh” para pengiklan dan para pemilik situs. Bayangkan, kalau ada 50.000 blog yang menulis 50.000 artikel yang berbeda. Ada yang menulis tentang sepatu, mobil, lapangan bola, bahkan Luna Maya. Bayangkan, bahwa dalam waktu 1 detik, SITTI bisa membaca semua artikel ini lalu mencari “jodoh” iklan yang tepat untu disajikan kepada mata yang memang tertarik. Dalam satu detik. Bayangkan.
Inilah SITTI. Kalau Google Adsense® punya dunia, SITTI punya Indonesia. Dan hanya Indonesia.
Jadi untuk yang suka ngeblog, pasang script SITTI dari situs ini (5 menit jadi), cantumkan nomor rekening dan berkreasilah. Menulislah. Barkaryalah. Tentang sepatu, tentang bola, tentang Luna. Terserah.
SITTI akan menjadi mesin sibuk yang mencari iklan di blogmu. Kalau ada orang yang membaca dan mengklik iklan tersebut, maka kita akan mendapatkan bayaran dari SITTI. Mungkin diawali dengan jumlah kecil. Tapi hari demi hari, semakin banyak tulisanmu, semakin pintar mesin SITTI, semakin banyak “jodoh” iklanmu.
Menulislah. Berkarya. Berkreasi. We pay you. It’s that simple.
Pembicaraan kaset rusak satu lagi selama ini:
“Kenapa SITTI sih namanya? Singkatan apa SITTI itu?”
“Nggak ada.”
“Loh terus namanya SITTI dari mana dong?”
“Dari Sitti Nurbaya.”
“???”
SITTI Dimata Pendirinya
Kami di SITTI merasa Google adalah mahaguru. Google adalah the best search engine in the world. Kami di SITTI adalah pengguna Google search engine. Penggunaan Google di kantor kami hanya dikalahkan oleh jumlah teh botol yang kami minum setiap harinya.
In short, kami cinta Google search engine. Cieee…
Tapi hari ini, SITTI memberanikan diri untuk menantang Google,inc. Mohon maaf.
Sekali lagi, bukan Google search engine. Tetapi Google, inc. yang diakui sebagai perusahaaan dengan perkembangan tercepat dalam sejarah semua perusahaan di dunia. Dari Rp 2 miliar ke Rp 230 trilliun dalam 10 tahun! Google,Inc. yang mayoritas pendapatannya datang dari satu sumber; Iklan digital yang biasa disebut degan Google Adsense™.
Kami pun menantang tidak sebagai musuh. Tapi lebih seperti murid yang kurang ajar terhadap gurunya. Seperti Luke Skywalker menantang Obi Wan Kenobi, satu minggu setelah diberi light saber. Kami menantang Google,inc. untuk tetap menjadi guru kami dalam berkompetisi. Kami menantang Google,inc. untuk mengembangkan dunia digital Indonesia tanpa membuat pemilik koran dan medium tradisional lainnya pusing. Kami menantang Google,inc. untuk membantu para UKM untuk lebih melek Digital.
Kami menantang Google,inc untuk berkompetisi. Mohon maaf.
Sekali lagi, Maaf banget. Saya takut sama Google.
Google punya 1 juta server. SITTI punya 6.
Google punya 20.621 orang. SITTI punya 20.
Google punya 1.000 PhD. yang bekerja disana. SITTI punya 1, dan itupun nggak lulus-lulus setelah 6 tahun berusaha.
Google mendatangkan Rp 230 trilliun dalam satu tahun. SITTI mendatangkan Rp 630ribu dari penjualan teh botol di koperasinya Udin, si OB di kantor SITTI.
Google punya dunia. SITTI punya Indonesia. Dan hanya Indonesia.
SITTI hanya punya dua hal yang lebih dari Google; nekad dan teh botol. Itu pasti.
Selain itu, SITTI punya teman-teman yang bersedia dan percaya dengan ide SITTI. Teman-teman di Kompas.com, Detik.com, Serikat Penerbit Surat Kabar, hingga seribu blogger yang sudah bersedia mencoba SITTI. Untuk ini kami sangat berterima kasih.
Hari ini, SITTI yang sekarang sudah mendapatkan 80 juta pageviews, meluncurkan 2700 iklan di SITTI platform. Iklan-iklan ini datang dari 529 brands yang mau masuk ke dunia digital lebih dalam lagi. Kepada perusahaan-perusahaan yang bersedia menjadi benchmark untuk dunia Digital Indonesia dengan mencoba SITTI, kami berterima kasih.
SITTI adalah sebuah mesin yang sudah “belajar” dari 600 juta halaman situs atau blog berbahasa Indonesia. Kami adalah orang-orang nekad yang merasa bahwa dunia digital ini harus menjadi economic enabler untuk banyak orang. Kami mau si Udin, OB kita dikantor SITTI, suatu saat punya blog untuk berjualan teh botol, coklat superman dan kacang mede merek bu Jono. Kita mau Udin menjadi wirausahawan yang sukses dengan medium digital.
Idealisme? Bukan, nekad.
Di seluruh dunia ini, SITTI hanya punya satu contoh; ZAO BEGUN di Rusia. Dengan modal nekad juga, di tahun 2004, mereka berkompetisi dengan Google,inc. di Russia. Mereka masih hidup dan terus berkompetisi dengan Google,inc. Saya melihat mereka sebagai contoh untuk SITTI.
Saya sadar bahwa ini bukan David versus Goliath. Kita ini seperti anak kecoa yang kurang makan kalau dibandingkan Google,inc. Si SITTI adalah anak kampung dari Bukit Tinggi di Sumbar atau Pasar Cihapit di Bandung atau dari Sragen di Jateng yang berani berkompetisi dengan global force bernama Google,inc.
Siapkah SITTI? Ya nggak lah cyiiiin. Namanya juga versi BETA.
Tapi kami merasa tenang, karena hari ini bukan SITTI yang menantang Google,inc.
Hari ini, Indonesia menantang Google,inc.
Tantangan Resmi dari SITTI
Siapa yang tak mengakui Google sebagai penyedia search engine paling populer di dunia. Namun, jangan salah, ada perusahaan Indonesia yang berani menantang Google. SITTI namanya.
“Hari ini kami memberanikan diri menantang Google Inc,” kata Andy Sjarif, Group CEO SITTI, saat acara “Buka Pintu”, peresmian kantor baru di Grha Tirtadi, Jalan Senopati 71, Jakarta, Rabu (24/11/2010). Ia mengatakan, bukan layanan search engine yang dilawan, tetapi platform iklan kontekstual seperti AdSense dan AdWord.
Menurutnya, saol urusan search engine, Google memang jagonya. Tidak ada yang meragukan. Bahkan orang-orang di SITTI pun mengagumi kehebatan Google. Kata dia, Google mendapat keuntungan bukan karena search engine, melainkan karena pendapatan dari iklan berjaringan yang bisa menyajikan iklan sesuai konteks halaman web atau hasil pencarian yang dikunjungi pengguna internet.
“Contextual advertising adalah yang dilawan SITTI dari Google,” ujar Andy Sjarif. Namun, tentu tidak semua yang diincar SITTI karena hanya pengguna web atau blog berbahasa Indonesia yang jadi sasaran saat ini. Ia percaya diri, mesin buatan SITTI dapat bersaing dengan Google, terutama untuk halaman web dan blog berbahasa Indonesia.
Untuk menguji kemampuan mesinnya, SITTI bekerja sama dengan situs web lokal selama lebih dari sebulan, mulai dari 1 Oktober hingga 5 November 2010. Dalam rentang waktu tersebut, SITTI berhasil mengindeks 600 juta halaman situs berbahasa Indonesia dan menampilkan 330 iklan dari 529 merek.
Tidak hanya itu, SITTI pun memasang iklan yang sama ke layanan Google AdWord dengan periode yang sama dan keyword yang sama. Hal tersebut untuk mencari pembanding dan mengukur seberapa efektif mesin SITTI menyajikan iklan secara kontekstual sesuai halaman web yang dikunjungi.
Hasilnya, SITTI mengklaim lebih efektif. Dari pengukuran impresi, SITTI mendapat skor 86,5 persen, sedangkan Google 44,5 persen. Dari jumlah klik, SITTI mendapatkan 51 persen, sedangkan Google 49 persen. Click through ratio (CTR) SITTI 64,06 persen, Google 20,57 persen, dan sisanya sama. Inilah yang membuat SITTI makin percaya diri bersaing dengan Google.
“Saya berharap dalam 2-3 tahun lagi ada pertarungan platform iklan berjaringan,” kata Andy Sjarif. Karena telah belajar dari jutaan halaman web, SITTI kini pun mengerti konteks kalimat, bahkan bahasa alay juga mengerti.
Ia pun berharap Google makin serius masuk ke pasar Indonesia dan menyumbang perekonomian nasional. Menurutnya, Google seharusnya membuka kantor perwakilan di Indonesia, membayar pajak untuk pendapatannya dari pasar Indonesia, dan memberikan edukasi kepada usaha kecil dan menengah agar mendapat manfaat dari internet.
Meski demikian, SITTI mengakui jauh lebih kecil ketimbang Google. Saat ini perusahaan tersebut baru mempekerjakan 25 orang dan menggunakan enam buah server. Bandingkan dengan Google yang telah mengindeks sekitar 1 triliun halaman web dalam 126 bahasa. Namun, Andy Sjarif yakin SITTI bisa bersaing karena dukungan dari komunitas internet Indonesia.
“Hari ini bukan SITTI yang nantang Google, tapi Indonesia nantang Google karena banyak publisher percaya ide kami, banyak pengiklan percaya dengan kami,” pungkasnya.
Source: blog.belajarsitti.com, blog.indojunkers.com
Google VS Facebook, Semakin Memanas
Google melakukan pemblokiran ini karena ada pelanggaran kesepakatan di mana Facebook dapat mengidentifikasi akun penggunanya yang memiliki akun Gmail dengan mudah. Menurut Google, hal ini jelas bertentangan.
Impor informasi pengguna ini tak seharusnya terjadi, kecuali ada kesepakatan saling bertukar informasi antara dua perusahaan, seperti dikutip dari Reuters.
Menurut Google, pertukaran informasi secara ilegal itu tak adil karena Facebook bisa mengirim email secara otomatis langsung ke akun pengguna Gmail.
Analis Gartner, Ray Valdes mengatakan pemblokiran akses informasi pengguna Gmail terhadap Facebook ini hanya untuk pengalihan situasi karena Google ingin menjadi pemain besar dalam industri jejaring sosial.
Sebelumnya, diketahui Google ingin menciptakan sebuah jejaring sosial untuk menyaingi Facebook.
Source:
Petunjuk Aneh di Google Maps
Beautiful Day Blog | Petunjuk Aneh di Google Maps | Petunjuk Aneh di Google Maps ??? Ternyata ini adalah easter egg-nya ala google di Google Maps. Pengguna yang meminta petunjuk arah dari Jepang ke China diberi petunjuk yang aneh. Selain rincian instruksi yang sangat bermanfaat menyangkut biaya jalan tol dan putaran, ada petunjuk nomor 43 yang berisi pemberitahuan agar pengguna menggunakan 'Jet ski melintasi Samudera Pasifik'. Instruksi jet ski ini dikenal sebagai 'easter egg'. Istilah itu menyangkut sesuatu yang lucu atau tidak biasa dimasukkan ke dalam produk yang hanya muncul sesekali dalam konteks tertentu.
Ini bukan kali pertama lelucon seperti itu muncul di Google. Beberapa tahun yang lalu pengguna melaporkan disuruh berenang melintasi Atlantik jika mereka meminta petunjuk arah dari New York ke London. Dan beberapa tahun yang lalu Google memasukkan lelucon jika permukaan bulan di zoom akan berubah seperti sepotong keju berlubang.
Salah satu dari 'easter egg' Google yang paling terkenal adalah kombinasi Ctrl Alt A di Google Earth akan membawa pengguna ke dalam simulator penerbangan yang memungkinkan Anda terbang di atas permukaan bumi.
Google Instant, Mesin Pencari Super Cepat
Teknologi search yang diperkenalkan Google hari Rabu lalu ini kabarnya lebih gesit daripada metode auto-complete suggestion yang sudah diterapkan Google saat ini. Marissa Mayer (VP Search & User Experience, Google) bahkan berani menyebut teknologi anyar ini sebagai sebuah quantum leap dalam teknologi mesin pencari.
Dengan auto-complete suggestion, ketika pengguna akan mengetikkan, misalnya kata W-E-A-T-H-E-R, kotak pencarian akan menyarankan kata “weather' begitu pengguna mengetik W-E. Nah Google Instant akan memerlihatkan hasil pencarian selagi pengguna mengetik. Dalam demo yang dilakukan saat peluncuran Instant, hasil pencarian tentang “weather” sudah terpampang saat pengguna baru mengetikkan huruf W.
Fitur lain yang disuguhkan Google Instant adalah Scroll to Search. Ketika pengguna mengetikkan kata kunci pencarian, sebuah auto-fill suggestion muncul di sebelah kanan lengkap dengan menu drop down berisi saran (suggestion) lainnya.
Diluncurkan secara internasional, Google membenamkan Instant dalam 4 browser paling populer: Internet Explorer 8, Firefox, Chrome, dan Safari. Awal tahun depan, Google juga berencana versi mobile dari Instant. Menurut Marissa Mayer, teknologi Instant juga akan tersedia di platform Google lainnya, termasuk Google Appliance untuk enterprise tahun 2011.
Untuk menopang teknologi Instant, para pakar Google mengembangkan sebuah teknik caching canggih. Teknik caching tersebut dapat menerima dan mengelola milyaran informasi yang akan digunakan untuk mengantisipasi dan memampangkan hasil pencarian dalam sekejap.
Source:
Cara Mendongkrak Ranking Website di Google
Google sendiri menawarkan dua layanan yang bisa mengoptimalisasi pencarian produk Anda di mesin pencari Goole, termasuk Search Engine Optimization (SEO) dan Google Paid Search atau dikenal juga dengan Google AdWords.
SEO merupakan suatu teknik agar website yang Anda punyai mudah ditemukan di search engine milik Google dengan riset keyword https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal apa yang banyak dipakai pengunjung.
Selanjutnya, Anda bisa membuat artikel-artikel dengan judul atau konten yang bersinggungan dengan keyword-keyword tersebut.
“Biasanya keyword-keyword tersebut sangat dekat dengan produk yang Anda punya atau baru luncurkan,” jelas Sanchit Sanga, Regional Director GroupM Search, di sela acara Groupm Leadership Series 2010: Digital Is Now! di Jakarta, Senin 4 Oktober 2010.
Sedangkan Google Paid Search merupakan salah satu layanan mesin pencarian yang lebih mudah dan efektif namun berbayar. Jika ada pencarian keyword yang berkaitan dengan produk Anda di Google, maka website Anda akan muncul di halaman pertama sebagai pesan sponsor.
“Jika Anda membeli ad di Google, Yahoo, atau Bing, mereka akan mengoptimalisasi keyword yang pencari masukkan di masing-masing search engine. Dengan teknologi yang kami punya, produk yang Anda akan selalu tampil di depan dan itu bisa mendongkrak rangking website Anda sekaligus memperkuat brand Anda,” ujar Sanchit.
Sayangnya, layanan berbayar tersebut (GoogleAdWords -red) cukup mahal. Sehingga hanya bisa dijangkau oleh perusahaan besar atau level enterprise. Adapun dua pilihan paket yang ditawarkan Google, yakni biaya langgan tetap sebesar 15-20 persen dari total pengeluaran perusahaan.
Paket lainnya adalah berbasis komisi. Paket ini lebih fleksibel karena tergantung pada kocek operasional perusahaan tiap tahunnya. “Sebagai contoh, jika pengeluaran perusahaan tersebut mencapai US$100 ribu, kami mengambil US$15-20 ribu dari jumlah itu,” ucap Sanchit.
Di Indonesia, Google mengaku telah mempunyai kurang lebih 20 pelanggan yang menggunakan layanan Google Paid Service. “Saya tidak bisa sebutkan siapa saja. Terlalu rahasia. Salah satunya saja, PT Telkomsel,” ucap Sanchit.
Gaji Karyawan Google
Google telah lama diketahui sebagai tempat terbaik untuk berkarir. Mereka menawarkan pijat gratis, kudapan, dan potong rambut professional pada kampus
mereka di California. Hal tersebut telah menempatkan mereka diatas 99.99% dari seluruh perusahaan yang ada di dunia.
Tahukah anda berapa banyak yang dihasilkan oleh karyawan Google? Data berikut tidak terlalu mudah dicari, jika anda tidak percaya, anda dapat
mengeceknya di Google.
Berikut ini adalah statistik yang cukup menarik.
- Google Programmer di Phoenix - $174,000/tahun
- Google Programmer di California - $197,000/tahun
- Google Programmer di Chicago - $222,000/tahun
- Google Programmer di New York - $242,000/tahun
itu hanya gajinya... Keuntungan apa lagi yang ditawarkan Google kepada karyawannya?
- Google akan membayar $8.000/ tahun jika anda meneruskan pendidikan. Mereka hanya mengaharapkan nilai "B".
- Jika anda me-refer seorang karyawan untuk menjadi staff Google dan mereka bertahan untuk 60 hari, Google akan membayar $2.000 kepada anda.
- Jika anda hendak mengadopsi anak, Google akan memberikan $5.000 untuk urusan legal dan biaya adopsi.
- Tergantung dari berapa lama anda bekerja di Google, anda akan mendapatkan sampai dengan 25 hari bonus liburan dalam setahun.
$5 juta dollar.
Masih menurut New York Times, setiap karyawan yang bersama Google untuk setahun saja memiliki nilai lebih dari $250.000.
Perusahaan pesaing mengatakan bahwa programmer Google telah menikmati 50% kenaikan gaji dalam beberapa tahun terakhir, tampaknya hal
ini tidaklah mengherankan buat perusahaan sekelas Google. jadi ada agan2 yang Tertarik untuk bergabung dengan Google?
Source: loverlem.blogspot.com
Google is ready for a faceoff with Facebook.
What is Google Buzz : Launch today
What is Google Buzz : Google Buzz social sharing service announced
- Auto-following. Google Buzz is populated by your Gmail contacts.
- Rich, fast sharing experience. Same UI and keyboard shortcuts in Gmail. Special attention to media that users like to share, like YouTube. Buzz has an integrated fast photo viewer, and plays videos in-line with messages. Connects with other web services, like Picasa and Flickr.
- Public and private sharing. Real-time indexing in Google search for public posts. You use a drop-down menu to make posts either private or public.
- Inbox Integration. Buzz is a new item under the "Inbox" link in your Gmail navigation sidebar. It looks like an integration of Wave in Gmail. Any item in Buzz can become a conversation. When you share, and get comments and likes in your activity, you don't just get a new email update. Updates show up in your inbox. Comments and activity populates your inbox in real-time.
- Just the "good stuff." With the amount of social data going on in Twitter and Buzz, you tend to miss a lot of good stuff. In Buzz, you get updates from a recommendation system, even from people you aren't following. You can *thumbs up* and *thumbs down* posts to teach the system to filter out the "bad buzz." Posts that you aren't interested in get collapsed and hidden.

More than just GPS location, Buzz will include Google's decade-long investment in their location-tracking platform, including turn-by-turn directions. Video
Google Wave, iPhone and Android will be heavily attacked in 2010

Google's Nexus - Android based smartphone
While we are yet to receive any correspondence from Google regarding the nature of the conference today, most have largely assumed this to be the official announcement of the Nexus One and Google's future plans with the device. While it would be most welcome from Google if it uses this opportunity to announce something other than this, we won't complain - as long as it is something really kick ass. (Ahem: Remember Google Wave?)- Android 2.1
- HSDPA 7.2Mbps, HSUPA 2Mbps
- Qualcomm Snapdragon (QSD 8250) processor at 1GHz
- 4 illuminated softkeys (Back, Menu, Home, Search)
- Tri-color charging and notification LED
- Haptic feedback
- Accelerometer
- Light sensor
- Proximity sensor
- A-GPS
- Digital compass
- Wi-Fi
- 3.5mm headset jack
- Active noise cancellation
- 5MP camera with autofocus, LED flash, geotagging and 2x digital zoom
- Stereo Bluetooth 2.1 (A2DP, EDR)
- 512MB Flash memory
- 512MB RAM
- 4GB MicroSD card included (supports cards up to 32GB)
- MicroUSB
- Weight: 130 grams (1400 mAh battery included)
Google Wave's Works
As with Android, Google Chrome, and many other Google efforts, we plan to make the code open source as a way to encourage the developer community to get involved. Google Wave is very open and extensible, and we're inviting developers to add all kinds of cool stuff before our public launch. Google Wave has three layers: the product, the platform, and the protocol:- The Google Wave product (available as a developer preview) is the web application people will use to access and edit waves. It's an HTML 5 app, built on Google Web Toolkit. It includes a rich text editor and other functions like desktop drag-and-drop (which, for example, lets you drag a set of photos right into a wave).
- Google Wave can also be considered a platform with a rich set of open APIs that allow developers to embed waves in other web services, and to build new extensions that work inside waves.
- The Google Wave protocol is the underlying format for storing and the means of sharing waves, and includes the "live" concurrency control, which allows edits to be reflected instantly across users and services. The protocol is designed for open federation, such that anyone's Wave services can interoperate with each other and with the Google Wave service. To encourage adoption of the protocol, Google intend to open source the code behind Google Wave.
Google Launches Dictionary and Translated Web Search
Dictionary
Google dictionary puts a full-service resource right at your fingertips that can be accessed through Google's Dictionary page or through a regular Web search. To access words through regular search, click on the "definitions" link on the top right of your results page next to where it says how many results Google has returned for your query (click to enlarge the screen cap).Google dictionary isn't just for English. The project contains 27 other languages, including the major Western European languages, Chinese (simplified and traditional), Korean, Arabic, Hebrew, and many more. Notable languages currently missing from the project include Japanese and Persian. Google Dictionary also has an English-to-foreign language component, allowing you to translate single words from English into a foreign language or vice versa. This is similar to what you can do in Google Translate.
Rich Definitions Page
Google's word definitions page is full of useful information including an International Phonetic Alphabet (IPA) pronunciation guide, synonyms, standard definitions, and usage examples. You can also find external links to Princeton University, Wikipedia, and elsewhere to see to further definitions and usages of the word in question; however, it should be noted this collection of aggregated links on Google's dictionary page has been around for some time, according to The Los Angeles Times.If the word you're searching for is found in another language, Google provides a link to that dictionary as well, and particularly difficult or unusual words include an audio file to let you hear how the word is pronounced. Try searching in English for words such as schadenfreude or Zoroastrianism to see this in action. Some words may also trigger image results; search for winceyette to see an example of this. You can also bookmark particular words for easier access at another time.
From what I can tell, Google's dictionary project has not been merged with the spell check on Google Docs.
TIP: Google's dictionary is very comprehensive, so for all you juveniles out there: Yes, you can find your favorite dirty words and their definitions in Google Dictionary. And no, these words don't have pronunciation sound files.
Translated Search
Google has added a feature to its search options panel that allows you to search in English across Web sites inother languages. Google has had a similar feature for some time that allows you to automatically translate foreign language Web sites appearing in Google's regular search results. But this newest feature searches only foreign language Web sites.
To activate the feature, choose a search term like "Beethoven" and then click on "Show Options" on the top left of the results page. Then click on "Translated Search" at the bottom of the options panel on the left side. (Click on the screen cap for a closer look.)Once you've got your translated search, a box at the top of the results page tells you what language the results are being translated into and what language the results are being translated from. You have the option to add other languages to expand your search; Google supports 42 choices.
TIP: If you installed the javascript uncovered by Gizmodo that gives you the rumored visual revamp of Google, you won't be able to access translated search or Google Dictionary from the search results page. To get this functionality you either have to delete your Google cookie or use another Web browser. http://www.pcworld.com/article/183717/google_launches_dictionary_and_translated_web_search.html
Suscribe my post
Google Customizes More of Its Search Results
But there has always been one catch: people had to be signed in to a Google account to see such customization.
On Friday Google said it was extending these personalized search results, and the resulting improvement in ad targeting, to people who are not logged into the service.
The new service, according to a Google blog post, will use an anonymous cookie on a user’s computer to customize search results based on the user’s last 180 days of search activity. A “view customizations” link will appear on the top right of the search results page, and will lead to an explanation of how the results have been tailored and how the feature can be turned off.
“Our goal is to provide relevant search results,” said Nathan Tyler, a Google spokesman. “The benefits that we’ve seen for signed-in users were so great we want to extend those same benefits to everyone.”
But the change is already irking privacy advocates, who say that using Google while not logging in was one way to minimize exposure to its data-collection practices.
“The key point is that Google is now tracking users of search who have specifically chosen not to log in to a Google account,” said Marc Rotenberg, executive director of the Electronic Privacy Information Center in Washington. “They are obliterating one of the few remaining privacy safeguards for Google services.”
In an evaluation of the announcement on the blog Search Engine Land, Danny Sullivan noted that there was no way for searchers or others to view the saved search records on Google, and that Google was giving people the opportunity to permanently opt out of the arrangement.
“All the major search engines have long recorded what you search on. Google’s simply using it to refine your results,” Mr. Sullivan wrote. By BRAD STONE http://bits.blogs.nytimes.com/2009/12/04/google-customizes-more-of-its-search-results/
How Google wonder wheel making money for you
Much like other tools provided by Google, this tool is another great feature in which the user can benefit and make money from.
Here are some possible and interesting ways in which you can make money by using the google wonder wheel:
- Webmaster – Make money by discovering related keywords you wish to target while focusing on your niche. The easiest is to choose your niche and to stay focused on a main keyword which usually gets a lot of hits from the search engine, however there are other keywords from which you can gain more traffic and convert more visitors to cash – traffic = money and don’t you forget it.
- User – Save time by exploring relevant results related to the original keyword you search for. Whether it’s for a research you are doing, a term paper or just about anything else consuming your time (time is money in case you forgot/didn’t know), Google wonder wheel can tell you what you are missing or need to search and save you that precious research time.
- Advertiser – Make money with the google wonder wheel by discovering what’s hot and related to your product or the product you advertise. Advertising cost more when it’s directly related to the product. However, if you find other relevant products or products using this tool you can save money on advertising and make money from related products.
- Manager – Mind Mapping takes time and cost money. Save some time and money and make yourself and your company money by using the Google Wonder wheel for data mining on ongoing projects.
- Using the Google Wonder Wheel is completely free! and as you can see you can actually make money using it. Or as they say – “The best things in life are free”.
Suscribe my post
SEO experts: Now Google's a phone company, too

Sterling writes that this could put the search giant into direct competition with VoIP market leader Skype, which boasts a worldwide user base of 480 million people. Search engine optimization (SEO) professionals must monitor Google's move into the VoIP market closely, to ascertain what sort of SEO opportunities present themselves once Google Voice goes public.
Google already offers a Goog-411 service, effectively extending parts of its search functionality onto the mobile platform. This, coupled with the increasingly rapid adoption of Google's Android cell phone OS, could give the company a solid bridgehead into the mobile market, creating new fields of opportunity for search engine optimization (SEO).
In another article about Google Voice, Sterling notes that consumer privacy advocates are troubled by the further expansion of Google's data indexing, saying that the extent of the data collection raises questions about the security of personal information.

Suscribe my post
Search Mapping by Google’s Wonder Wheel
Google has just rolled out some new features recently and the standout, from a wow-factor POV, has to be Wonder Wheel which displays search results as a series of spoked hubs, with the search term in the hub and related terms at the tip of each spoke.
Just do a Google search on, say, Thomas Pynchon. You will see the results displayed. Click on the “show options” link just beneath the Google logo.

You will be presented with the initial hub and spokes:

Clicking on any of the other links spawns a new wheel of associated links:

Notice in the right column a list of links relevant to whichever link you clicked on. Where Google detects a product search, it displays a list of e-commerce sites where the product is available. For the Thomas Pynchon search, however, it displays links related to the last link you clicked, Pynchon being an American novelist and not a product.

The links displayed in the right column are ranked in the same order as a regular search on the phrase you clicked on would show up. What is interesting is: Where are the Adwords ads? A search on Hawaiian vacations, with Wonder Wheel activated, displays no ads, just the right column of sites as they would be ordered in a regular search. Interesting.
Also interesting is that sometimes when you click on a keyword, the new wheel is spawned but instead of spokes, you just see the perimeter of the circle, dashed outline, rotating. I’m not sure if this is an error, or what.
I wouldn’t think this would shake up SEOs much, as the same sites are displayed as would come up in a regular search; however, these results are pushed to the side to display the wheels.
It will be interesting to see how this feature evolves.
Suscribe my post












